Senin, 09 Maret 2009

Bikin Jelibong dan Jenang Rosela

Bertepatan dengan maulud Nabi SAW. Di Komisariat tetap rame. Banyak aktifitas yang dikerjakan. Apalagi banyak kelompok PKM yang diterima proposalnya. Kemarin bikin Jeli binahong dan bikin jenang Rosela. Karena masih eksperimen, maka hasilnya juga belum sempurna. Namun sudah enak kok rasanya, cuma butuh penyempurnaan.

Minggu, 08 Maret 2009

Kajian NDP

Sekarang lagi ada kajian NDP dengan para pengurus, kader dan kakanda Ihwan.

Sabtu, 07 Maret 2009

Selamat Jalan,,Semoga sukses....!!!!!

Sebuah kebanggaan bagi pengurus HMI Cabang Malang Komisariar Pertanian UB,,seorang kabid UPP Ummi Hlmatunnikmah berangkat ke Kudus untuk mengikuti LK II yang pertama kali di kepengurusan ini. Hari sabtu pukul 21:30 WIB berangkat dai komisariat dengan penuh restu dari Kawan2 komisariat.....

Selamat Jalan....Smoga sukses...!!!!

"Dinda.. selamat LK2, semoga ini menjadi motivasi dan kritik bagi yang lain. Semoga adinda senantiasa diberi lindungan untuk dapat memimpin komunitas. Amien." Ihwan HMI'ers'99...

"Rasa bangga keluar dari hati kertosentono 12 untukmu,,
Bawa dan perkenalkan Komperta pada KUDUS,,angkat dan dudukkan diatas persinggahan mereka....semoga sukses!!!" HMI'ers"06

Jumat, 06 Maret 2009

Kajian keperempuanan

Dilaksanakan kajian kepoerempuanan dengan menghadirkan pemateri Mbak Nisa SE. Beliau sekjen Kohati Cabang Malang tahun lalu. Banyak Kohati yang hadir. Acara dimulai setelah maghrib. Sangat meriah dan memang beda ketika dibandingkan dengan forum2 biasa.

Senin, 02 Maret 2009

Rapat Pengurus

Kemarin rapat pengurus dilakukan. Evaluasi pengurus terhadap apa yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan.

Minggu, 01 Maret 2009

kajian "trik jitu sukses akdemik orgnisasi

Tgl :24 feb.2009
pemateri :JOKO WIDODO (ketum hmi komperta 2008-2009)
moderator :defi ari S.

Ringksn mteri :
Strategi untuk meraih hsil optmal dn lulus tepat waktu serta py keunggulan d semua bidang :

1. mmiliki rs ingin tau yg bsar
2. mmpu mnentkan skla priortas keg.shri2
3.idealis dan berprilku santun
4.peka thdp lngkgan
5.rjin dan tdk sungkan berkmunkasi dg dosen2 faperta
6. postif thnking pd siapapun n kpnpun
7. perlu bljr brwrusha

mg bermnfaat!

YAKUZA!!!
(Bid.PA)

Selasa, 24 Februari 2009

Kajian Rutin HMI

Kajian Rutin kemarin sangat lancar dan sukses. Pemateri Sdr. Joko Widodo dan dipandu oleh Sdri. Defi Ari Susanti, kader 2007. Metode yang dipakai dengan sistem Diskusi dan tidak hanya tanya jawab saja. Jumlah peserta juga sangat banyak, tidak saja kader saja melainkan mahasiswa FP UB.
Materi yang disampaikan bertema "Strategi Jitu Sukses Akademis dan Organisasi". Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di bawah ini.
Strategi Jitu Sukses Akademis dan Organisasi1)
Joko Widodo2)
Menjadi mahasiswa merupakan sebuah anugerah, apalagi menjadi mahasiswa di republik ini. Mahasiswa tergolong kelompok minoritas dan elite. Mayoritas lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) tak mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri (PTN), bahkan ke PT swasta (PTS) kecil dan murah sekalipun.
Status kita saat ini adalah mahasiswa, secara social – psikologis tentulah sangat bergengsi. Akan tetapi janganlah berlama-lama menikmati kebanggaan ini. Status kelompok elite ini tak perlu pula disombongkan. Ketika kita berada di atmosfir kampus yang kita alami saat ini, kita pasti tahu, masih sangat banyak lulusan SLTA yang mampu memasuki PT dalam/luar negeri yang jauh lebih bagus dan bergengsi daripada kita. Kita berada dalam sebuah arena pertarungan yang pasti sangat sengit, seru, asyik, dan melelahkan.
Nah, agar kita bisa meraih hasil yang optimal dan lulus tepat waktu serta punya keunggulan disemua bidang, perlu strategi jitu yang ampuh untuk mewujudkannya, diantaranya ialah :
Pertama, harus memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Konsekuensinya, harus selalu rajin bertanya, baik melontarkan pertanyaan-pertanyaan informatif maupun pertanyaan-pertanyaan kritis dan skeptis. Selama ini sangat banyak mahasiswa yang suka mencari-cari alasan, tak membaca karena harga buku mahal. Padahal, di perpustakaan – perpustakaan komisariat, jurusan, fakultas, universitas, kampus-kampus lain, dan di perpustakaan umumpun sangat banyak. Selanjutnya untuk memperkaya kosa kata dan pengetahuan umum, kita harus rajin membuka berbagai kamus umum dan khusus serta ensiklopedia. Harus tekun mengikuti perkembangan daerah, nasional, dan internasional dari berbagai media massa.
Kedua, harus mampu menentukan skala prioritas kegiatan sehari-hari. Prioritas pertama dan terutama pastilah kegiatan akademik, yakni kuliah, berdiskusi (formal dan informal), mengerjakan tugas-tugas, membaca serta mencari bahan-bahan rujukan dari sumber-sumber lain
Biasakan menyelesaikan tugas kuliah sebelum tenggat waktu tiba. Kerjakanlah apa yang dapat dikerjakan sekarang, sebab nanti kita tak tahu apa yang terjadi. Jangan pernah mengeluh terhadap tugas-tugas yang diberikan tiap dosen tiap minggu. Ini konsekuensi logis pilihan kita sendiri.
Prioritas kedua tentulah aktif berorganisasi. Pengalaman berorganisasi selama kuliah sangatlah besar manfaatnya kelak, terutama ketika kita sudah bekerja. Karena bekal yang kita peroleh ketika berorganisasi menjadi sebuah alat serta senjata yang mutlak kita butuhkan.
Ketiga, harus idealis (bercita-cita tinggi) dan berperilaku baik. Harus dibiasakan hidup dengan sportif, jujur, disiplin, berani, sopan, rendah hati, ramah kepada siapapun, dan bersikap kritis. Harus berani berkata jujur kepada siapapun. Sebagai insan akademik, perlu dibiasakan penerapan komunikasi konteks tinggi (bicara terus terang, langsung ke tujuan). Harus disiplin, baik yang menyangkut manajemen waktu dan kegiatan, mampu berbahasa nasional, internasional, dan daerah dengan baik, dan benar, menjaga kesehatan jasmani, rohani, emosi, dan sosial.
Keempat, harus peka terhadap lingkungan, mulai dari lingkungan terdekat dan terkecil hingga lingkungan terjauh dan terbesar. Harus tanggap terhadap lingkungan alam dan sosial. Contoh kecilnya, selalu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. Juga harus tanggap terhadap situasi dan perkembangan negara kita.
Kelima, harus rajin dan jangan pernah sungkan berkomunikasi dengan dosen-dosen di fakultas/jurusan/PS (don’t be afraid to make a mistake). Oleh karena jumlah mahasiswa terlalu banyak, komunikasi dan pendidikan berlangsung massal. Jadi, kita harus rajin berdiskusi informal dengan para dosen/asisten di luar jam kuliah. Berakrab dengan para dosen sama sekali bukan dalam rangka menjilat. Agar dosen mau menerima dengan senang hati, maka kita haruslah selalu tampil dan berpakaian rapi dan bersih, dan beretiket (bersopan santun). Ini termasuk komunikasi nonverbal. Penampilan, dandanan dan pakaian yang kita kenakan tergolong pesan nonverbal. Kesan pertama orang lain terhadap kita pastilah ditentukan oleh penampilan fisik (luar), terutama dandanan, busana, cara berpakaian, dan gerak tubuh. Sebelum menjadi pembicara yang baik, Anda terlebih dahulu harus menjadi pendengar yang baik (cepat menyimak dan perseptif).
Keenam, Biasakanlah berpikir positif terhadap siapapun dan apapun. Jadikanlah selalu tiap pengalaman sebagai guru terbaik, baik pangalaman baik (sukses) maupun pengalaman buruk (gagal), baik pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain.
Ketujuh, perlu belajar wirausaha, baik teori maupun praktiknya (banyak sekali peluang di PT). Jangan pernah menjadikan kemiskinan sebagai alasan untuk tidak kuliah atau tidak jadi sarjana.



1). Disampaikan pada Kajian Rutin HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian UB tanggal 24 Pebruari 2009 di Hall Room Komperta UB
2). - Ketua Umum HMI Cabang Malang Komisariat Pertanian UB periode 1429 – 1430 H / 2008 – 2009 M
- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa FP UB Periode 2007 - 2008
- Mahasiswa Berprestasi 2007